Halaman

SELAMAT DATANG DI BLOG SEPRIADI KOTO

Rabu, 29 Agustus 2012

Jenis-Jenis Motor DC



Sebuah motor DC didesain untuk bergerak dengan daya listrik DC. Tipe motor DC yang populer adalah jenis brushed (bersikat) dan jenis brushless (tanpa sikat), di mana masing-masing menggunakan commutation internal dan eksternal untuk menciptakan arus osilasi AC dari sumber arus DC.


Gambar . Beberapa contoh motor DC
Motor DC Bersikat (Brushed DC motor)
Motor DC klasik menghasilkan arus osilasi dalam sebuah rotor lilitan dengan sebuah commutator split ring, dan sebuah stator berupa magnet lilit maupun magnet permanen. Sebuah rotor terdiri dari sebuah koil yang melilit rotor yang bertenaga arus listirk batere atau sejenisnya.
Motor DC tak Bersikat (Brushless DC motor)
Banyaknya keterbatasan dari commutator motor DC klasik adalah akibat kebutuhan sikat untuk menekan commutator yang mengakibatkan gesekan. Pada kecepatan tinggi, sikat-sikat kesulitan dalam menjaga kontaknya. Sikat dapat oleng dan membuat ketidak seragaman pada permukaan commutator, yang menghasilkan loncatan api. Hal ini membatasi kecepatan maskimum dari motor. Kerapatan arus per unit luasa dari sikat membatasi outmpu dari motor. Ketidak sempurnaan kontak juga menyebabkan electrical noise. Sikat sering aus dan perlu penggantian, dan commutator perlu dipelihara. Komponen commutator pada motor ukuran besar merupakan elemen yang mahal, memerlukan pemasangan yang presisi dari bagian-bagiannya.
Masalah tersebut diatasi pada motor tanpa sikat (brushless motor). Pada motor jenis ini, “rotating switch” mekanis atau susunan comutator/brushgear diganti dengan sebuah switch elektronik yang disinkronkan dengan posisi dari rotor. Motor tanpa sikat ini memiliki efisiensi 85-90%, sedangkan motor DC dengan brushgear memiliki efisiensi 75-80%.
Motor DC tak bersikat biasanya digunakan bila kontor kecepatan yang presisi dibutuhkan, seperti pada disk drives komputer atau pada video cassette recorders, kipas, laser printer dan mesin photocopy. Ada beberapa keuntungan dari motor jenis ini dibandingkan motor convensional:
☺       Dibandingkan dengan kipas motor AC menggunakan motor Shded-pole, motor DC tak bersikat  sangan efisien, bergerak lebih dingin sehingga meningkatkan umur kerja bantalan kipas.
☺       Tanpa sebuah komutator yang sering aus, umur kerja motor DC tak bersikat lebih lama dan noise yang lebih kecil.
☺       Motor dapat dengan mudah disinkronkan dengan sebuah clock internal atau eksternal, untuk kontrol kecepatan yang lebih presisi.
☺       Karena tidak terjadi percikan listrik, seperti yang terjadi pada morot dengan sikat, membuatnya cocok untuk lingkungan dengan bahaya terbakar seperti bahan kimia atau bahan bakar.
☺       Motor jenis ini sering digunakan pada peralatan kecil seperti komputer dan sejenisnya.
☺       Motor ini juga lebih senyap yang merupakan keuntungan bila dipasang pada peralatan yang memberikan getaran.
Motor DC tak bersikat yang modern memiliki variasi daya dari satu Watt hingga beberapa kilowatt. Motor ukuran besar hingga 100 kW digunakan pada mobil listrik.
Coreless DC Motor
Motor-motor yang diterangkan di muka memerlukan bagian besi (baja) pada rotor yang berputar; torsi dihasilkan pada lilitan elektromagnet. Bentuk lain dari jenis tersebut adalah motor DC tanpa inti (coreless DC motor) yang merupakan bentuk khusus dari motor DC bersikat atau tak bersikat. Untuk keperluan percepatan yang tinggi, motor-motor tersebut memiliki sebuah rotor tanpa inti besi. Rotor dapat berupa sebuah silinder berisi lilitan di dalam magnet stator, sebuah keranjang di sekeliling magnet stator, atau sebuah plat panci yang bergerak diantara magnet stator atas dan bawah.
Karena rotor jauh lebih ringan dari rotor konvensional, rotor dapat diakselerasi lebih cepat, mencapai kecepatan konstan di bawah 1 ms. Hal ini bisa terjadi bila lilitan menggunakan kawat alumunium dari pada tembaha yang lebih berat. Namun, karena tidak ada logam pada rotor untuk menyerap panas, motor ukuran kecil pun memerlukan pendingin udara.

Senin, 07 November 2011

Realita Kampus (renungan)


Jika hari ini sejenak melihat ke kampus-kampus secara umum di Indonesia, kita akan menemukan sebuah gaya. Mahasiswa yang bersih, memakai dengan parfum dan wajah ceria, meneteng-nenteng tas, buku, map, laptop dan tak lupa sebuah handphone di tangan yang sibuk smsan, menelpon ataupun sekedar miscall. Kalau dibandingkan dengan universitas di luar negeri terutama Eropa, hanya dikampus-kampus Indonesialah yang ketika memasuki gerbang kampus, kita amat mudah menemukan kantin-kantin tidak seperti di Eropa, tentu yang paling mudah ditemukan adalah perpustakaan.
Di Indonesia halaman kampus ditata agar mahasiswa bisa bergerombol, di bawah pohon atau di bangku-bangku, tapi sayang fasilitas yang ada itu hanya dimanfaatkan untuk bergerombolan riuh ngobrol ngaur ngidul tak karuan. Lalu di luar perkuliahan?, lihatlah gelak tawa meledak-ledak dimana-mana seperti kegembiraan melihat masa depan yang cerah tanpa duka, dan seolah-olah seluruh masa depan adalah gampang, terbentang luas, seluas hamparan langit penuh dengan bunga-bunga. Tidak semua kampus memang, tapi jika kita pukul rata, secara umum gambaran seperti itu mudah ditemukan dimana-mana. Tidak di kampus swasta tidak di kampus negeri. Kelompok-kelompok “mahasiswa gaya” semacam ini, masih terus membayangi nasib masa depan negeri ini.
Maka lihatlah, ketika pengangguran terdidik meledak antri dimana-mana, karena kebingungan ilmu apa yang harus diterapkan untuk mengatasi realitas hidup yang ternyata jauh lebih sulit dibanding kuliah, setiap orang lantas menyalahkan Negara. Padahal Negara telah bersusah payah mensubsidi setiap mahasiswa (negeri) tak pandang bulu, baik “mahasiswa gaya” maupun “mahasiswa serius” tak pernah dibedakan. Miris bagi para “mahasiswa gaya” yang mendapat subsidi pendidikan anggaran negara telah mendapat subsidi negara dan tidak memanfaatkannya dengan benar.
Diluar subsidi yang diberikan Negara, nasib orang tua yang menyekolahkan anaknya penuh harapan, selalu saja menyambut pulang anak kesayangan dengan pertanyaan “Bagaimana kuliahmu?”, lalu diselipkan di saku baju anaknya sejumlah jerih payah hasil keringat banting tulang bekerja sambil berkata “Kembalilah nak! Belajarlah dengan tekun untuk bekal kelak engkau menghadapi hidup”. (from: teman_sejati)